Headline

Featured Posts

21 Maret 2009

Etika Bisnis

ETIKA BISNIS
Agus Maylantyas H

I. PERKEMBANGAN PEMIKIRAN TENTANG EKONOMI DAN BISNIS
A. Pandangan kaum perintis (para teolog, filsuf dan pedagang)
a. Menguraikan gejala-gejala ekonomi secara parsial sangat kental dengan nuansa religius dan etis.
b. Mengharapkan berlakunya harga yang adil = ongkos dan harga bahan.
c. Merkantilisme menonjolkan peranan perdagangan luar negeri untuk mendatangkan emas dan memperkaya Negara.
B. Pandangan kaum Fisiokrat
a. Peletak dasar ilmu ekonomi karena telah menganalisis hubungan antar bagian kehidupan ekonomi secara menye¬luruh.
b. Aktivitas ekonomi dan pembagian hasil di antara empat golongan masyarakat dilukiskan dalam Tableau Econo¬mique.
c. Memandang supremasi pertanian, karena hanya pertanian yang memberikan hasil lebih.
d. Pemerintah tidak boleh menghalangi usaha tiap individu untuk meningkatkan penghasilannya dalam batas-batas yang ditentukan oleh hukum alam. Oleh karena itu tugas pemerintah terbatas hanya menyangkut urusan justisi, milisi, dan pengajaran.
C. Pandangan kaum klasik
a. Analisis ekonomi dipusatkan pada teori harga dengan menyelidiki faktor-faktor permintaan dan penawaran yang menentukan harga.
b. Sumber tunggal kekayaan negara adalah produksi, yang akan bertambah sesuai dengan keterampilan dan efisiensi kerja.
c. Harga alam merupakan tendensi sentral harga pasar yang diatur oleh mekanisme pasar (tangan gaib).
d. Motif terjun ke dunia bisnis adalah mencari keuntungan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, dan pendapatan masyarakat.
e. Cara untuk membuat pelaku ekonomi bertindak saling menguntungkan adalah melalui (1) imbauan moral; (2) pasar bebas dalam persaingan yang sehat dan jujur.
f. Persaingan yang sehat dan jujur didasarkan pada alasan
(1) menjamin kebebasan pelaku bisnis untuk keluar-masuk;
(2) menjamin keadilan transaksi; (3) menjamin efisiensi; (4) meningkatkan profesionalisme; (5) memberikan kepuasan pada masyarakat.
D. Pandangan mashab modern
a. Menolak laissez faire, bahwa di bawah pengaruh ekonomi bebas, upah yang meningkat akan dapat menyerap semua tenaga kerja, sehingga tidak mungkin terjadi pengangguran yang terpaksa, begitu pula kenaikan tingkat bunga akan dapat menyerap seluruh dana yang ditawarkan.
b. Pemerintah harus ikut campur dalam kehidupan ekonomi melalui kebijakan moneter dan anggaran.
c. Mekanisme Harga tidak lagi mampu membagi-bagikan faktor produksi dan barang-barang konsumsi secara optimal. Teori harga merupakan masalah pokok dalam ekonomi makro, sedangkan pembentukan pendapatan nasional adalah inti dari ekonomi makro. Keseimbangan parsial adalah objek dari ekonomi mikro, sementara keseimbangan umum adalah tujuan dari ekonomi makro.
d. Kehidupan ekonomi tidak dapat dilukiskan dengan n variable, tetapi dilukiskan dengan agregat eko yaitu I (Investment), S (Saving), C (Consumption), Y (Yield), M(Suply of Money), L(Liquitidy Preference= Demand for Money), i(rate of interest), dan r(rate of return=marginal efficiency of capital).
e. Dimasukkan unsur dinamis, khusunya faktor harapan(expectation), psikologis dan keterceceran pengeluaran (expenditure lag) dalam analisis ekonomi.
II. KARAKTERISTIK BISNIS
a. Tiga pandangan masyarakat terhadap dunia bisnis, unitarian, separatis, dan integrasi.(Pratley,1997:40), sementara Keraf(1993:52-57) mengemukakan dua pandangan, yaitu pandangan praktis-realistis dan pandangan ideal. Pandangan separatis dan integrasi(Pratley) mirip dengan pandangan praktis-realistis& ideal(Keraf).
b. Menurut pandangan unitarian, nilai-nilai moral yang sifat universal harus tercermin dalam praktik dunia bisnis
c. Menurut pandangan separatis, lingkungan fungsional dalam bidang ekonomi dan politik relatif bersifat otonom dengan logika, prosedur dan aturan tersendiri, terpisah dari kehidupan pribadi dalam keluarga dan sosial budaya masyarakat. Bisnis mempunyai prinsip maksimalisasi keuntungan, sebab keuntungan merupakan biaya dari resiko modal, waktu, tenaga, dan pikiran. Masyarakat mempunyai cara nonmoral untuk mempengaruhi dunia bisnis, hukum dan pasar.
d. Menurut pandangan integrasi, kegiatan bisnis bukan mempunyai logika inti untuk maksimalisasi keuntungan tetapi juga merupakan bagian dari masyarakat dan diawasi oleh tuntutan moral masyarakat. Dalam masyrakat terdapat kesatuan antara masyarakat moral dan lingkungan fungsional yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.
e. Bisnis mempunyai etika karena (1) bisnis tidak sama dengan judi; (2) bisnis adalah bagian yang sangat penting dari masyarakat yang harus mempunyai acuan etika; (3) praktik bisnis yang berhasil adalah bisnis yang mengamalkan norma moral masyarakat, sehingga memperoleh kepercayaan dari masyarakat; (4) asas legalitas harus tunduk pads asas moralitas; (5) etika bukanlah ilmu pengetahuan yang bersifat empiris.



III. PENGERTIAN, TINGKATAN, PRINSIP dan MASALAH IMPLEMENTASI ETIKA BISNIS
A. Etika Bisnis adalah kiat dan disiplin untuk menerapkan prinsip-prinsip etika dalam mengkaji dan mengatasi masalah-masalah yang rumit dalam dunia bisnis.
B. Etika Bisnis mempunyai tingkatan pada tataran individual, orga¬nisasional, asosiasi, masyarakat, dan internasional.
C. Prinsip Etika Bisnis menurut Sony Keraf adalah (1) otonomi; (2) kejujuran; (3) tidak berbuat jahat, melainkan berbuat baik; (4) keadilan; (5) hormat pada diri sendiri. Sedangkan menurut The Caux Round Table, prinsip bisnis meliputi (1) tanggung jawab; (2) dampak ekonomi dan sosial; (3) perilaku; (4) menaati peraturan; (5) perdagangan multi¬lateral; (6) lingkungan; (7) menghindari praktik bisnis yang haram.
D. Kendala dalam implementasi Etika bisnis adalah (1) standar moral pelaku bisnis masih lemah; (2) konflik kepentingan; (3) situasl politik dan ekonomi yang belum stabil; (4) lemahnya penegakan hukum; (5) belum adanya organisasi profesi bisnis dan manjemen yang mapan dan terpercaya.
IV. PARADIGMA PIHAK BERKEPENTINGAN
a. Pergeseran dari stockholder paradigm ke stakeholder paradigm.
b. Pihak berkepentingan = tiap individu atau kelompok yang dapat mempengaruhi atau dipengaruihi oleh tindakan, keputusan, kebijakan, praktik, atau tujuan organisasi. Pihak berkepentingan dibedakan menjadi primer dan sekunder.
V. TANGGUNG JAWAB MORAL BISNIS
a. Bisnis adalah korporasi impersonal, yang bertujuan mencari keuntungan dan tidak bertanggung jawab secara moral.
b. Bisnis analog dengan individu yang mempunyai kehendak, nurani, tujuan, dan strategi, sehingga mempunyai tanggung jawab moral.
c. Bisnis sebagai asosiasi sosial ekonomi pihak berkepentingan atau suatu kontrak sosial di antara pemilik, pelanggan, pemasok, penyalur, karyawan, dan masyarakat. Jadi bisnis mempunyai tanggung jawab moral dan social, baik hukum, ekonomi, politik maupun lingkungan.
d. Dimensi tanggung jawab moral terhadap produk dapat dilihat dari sudut teori kontrak, pemeliharaan hak, dan biaya sosial.
e. Etika bisnis dalam era globalisasi makin menonjol berdasarkan alasan (1) krisis-kepercayaan masyarakat; (2) pentingnya mutu kehidupan dalam bekerja; (3) sanksi pada perbuatan yang tidak etis; (4) kekuatan kelompok pemerhati khusus (5) peranan media massa; (6) perubahan etika bisnis.

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Etika Bisnis"